RSS Feed

3 Hal Yang Mempengaruhi Mindset

image

Otak manusia bisa diibaratkan seperti otot,ia dapat mengembang dan mengerut tergantung perlakuan anda terhadap pola pikir anda.Menurut saya otak adalah suatu benda yang bersikap mekanis.Otak manusia yang ukuranya hanya sebesar setengah jeruk bali mampu menyimpan informasi sekitar 800 informasi perdetik dan selama rata-rata 75 tahun hidup tanpa merasa lelah. Jika sebuah komputer dirancang untuk menyamai potensi otak manusia ,dibutuhkan komputer yang seukuran sebuah gedung bertingkat setinggi  400 meter dan membutuhkan listrik 1.000.000.000 watt listrik untuk menjalankan,seperti gedung pencakar langi ya.Itulah kemampuan otak manusia sebenarya.

                   Otak manusia pernah disamakan dengan sebuah komputer sebesar sebuah lapangan sepak bola.Otak manusia dengan berat kurang lebih 1,5 dapat mengalahkan CRAY supercomputer yang beratnya 7 ton.Otak manusia dapat bekerja dengan kecepatan 200 triliun kalkulasi perdetik.Jadi berhati-hatilah anda menggunakan komputer yang super canggih ini: yaitu manusia otak kita sendiri.

                   Otak manusia diciptakan dengan kapabilitas yang belum dapat diduga.Namun sayangnya manusia lahir ke dunia ini tanpa membawa buku manual mengenai kegunaan otak dan pikirannya. Oleh karena itu janganlah menyepelekan kemampuan otak anda dan mengagungkan komputer yang menurut kita super canggih. Han Moravec , Robotic Institute dari Carnegie Mellon University , mengatakan bahwa supercomputer yang canggih pada tahun 1997 hanya mampunyai kemampuan 1/100 dari kemampuan otak manusia Dan baru pada tahun 2020,diprediksikan manusia mampu membuat supercomputer yang mampu menandingi otak manusia.

     Dari fakta yang pernah saya baca dibuku dan sekilas saya menuliskan sedikit,dapat kita ambil kesimpulan bahwa otak kita mempunyai kemampuan dan potensi yang sangat luar biasa,saya pribadi yakin bahwa kita menggunakanya dengan optimal,kita akan mampu merai hal-hal yang tidak terpikirkan oleh kita,maka dari itu mari kita awali perilaku dan pola berfikir kita dengan apa yang kita peroleh dari MLT kamerin.Jangan sampai anugrah allah swt yang maha dasyat ini kita sia-siakan begitu saja…..SETUJU.

 

If you can control it, you’ll be the winner

Halo rekan-rekan, jika sebelumnya saya sudah memaparkan secara sederhana bagaimana mind set bisa membantu kita meraih kesuksesan , maka di posting kali ini saya ingin mensharingkan faktor-faktor apa saja yang sekiranya mempengaruhi mind set kita . Ingat rumusan mind set, mind set salah, action pun salah , akhirnya? Bukan sukses yang diraih malah kegagalan.

Ada banyak teori yang membeberkan faktor-faktor ini. Dan seperti biasa saya merangkumnya dengan sederhana agar bisa dicerna. Jika Anda mencari teori yang agak mendetail, saya mereferensikan sebuah buku, MANAGE YOUR MIND FOR SUCCESS . Tenang, hanya judulnya saja yang bahasa inggris, isinya 100% bahasa Indonesia. Penulisnya pun seorang pakar Mind Navigator & Reeducator No.1 Indonesia, Adi W Gunawan .

Karena versi Arief Maulana, maka saya membagi garis besarnya menjadi 3 hal : input informasi, lingkungan sekitar, dan pengalaman masa lalu

#1. INPUT INFORMASI

Rekan-rekan disadari atau tidak setiap hari otak menyerap informasi yang ada disekeliling kita. Informasi tersebut kemudian diproses dan disimpan ke dalam mindset and believe sistem bawah sadar kita .

Dua unsur ini layaknya sebuah software yang bekerja otomatis dalam diri kita. Kalau softwarenya bagus tidak masalah, karena program Anda adalah program sukses yang akan membantu Anda menemukan jalan sukses. Begitu juga sebaliknya, kalau programnya adalah program gagal, biasanya apapun yang Anda lakukan selalu gagal. Yang pasti program ini berjalan dengan atau tanpa pesetujuan Anda.

Orang yang sering menerima informasi positif akan sangat jauh berbeda dengan mereka yang senantiasa dihujani oleh info-info negatif. Dan orang sukses punya kebiasaan untuk menyaring informasi yang masuk kedalam pikirannya.

Misalnya, Anda sering membaca berita-berita kriminal. Maka secara tidak langsung Anda menanamkan pada otak Anda bahwa ada banyak orang jahat di sekeliling kita. Hasilnya, kita menjadi orang yang senantiasa curigaan dan selalu berprasangka buruk (bedakan curiga dan prasangka buruk dengan sikap waspada).

Sebaliknya ketika Anda mendengarkan hal-hal positif, misalnya melihat acara Mario Teguh Golden Ways, maka ini akan membantu Anda untuk selalu berada dalam kerangka berpikir positif. Dan orang yang selalu berpikir positif, secara tidak langsung membantu otaknya untuk bekerja maksimal dan ujung-ujungnya memicu kreativitas yang positif.

Kabanyakan informasi-informasi ini masuk dari apa yang Anda baca dan apa yang Anda dengar. Maka mulailah menyaring dan berkomitmenlah pada diri Anda untuk hanya selalu memberikan yang terbaik (info positif) kedalam pikiran Anda.

Caranya? Sisihkan sedikit penghasilan Anda untuk membeli, membaca dan mempraktekkan buku-buku positif. Misalnya buku leadership, bisnis, pengembangan diri, komunikasi, dll. Kalau pun toh duit terbatas, kenapa tidak memanfaatkan fasilitas gratisan? Perpustakaan misalnya atau bisa juga blogwalking ke blog-blog yang senantiasa memberikan informasi positif.

Biasakan mendengar dan melihat hal-hal positif. Sebisa mungkin kurangi hobi Anda terhadap hal-hal yang berbau negatif dan ganti dengan yang posisif. Jika sebelumnya Anda selalu mendengarkan berita-berita negatif di TV kurangi. Ganti saja dengan menonton Mario Teguh Golden Ways, dll. Dan memang saya akui televisi sekarang lebih sering menyajikan tayangan yang berdampak negatif daripada positifnya.

#2. LINGKUNGAN SEKITAR

Contoh sederhana, anggap saja Anda sudah bekerja di sebuah perusahaan. Kira-kira kalau lingkungan kerjanya adalah orang-orang yang selalu pesimis, malas, tidak produktif, dll, Anda terbawa suasananya tidak? Tentu saja terbawa. Dan ini menjadi suatu kebiasaan hingga akhirnya otak sadar Anda memindahkan kebiasaan ini menjadi suatu kebiasaan (program) baru untuk alam bawah sadar. Akhirnya, kerangka berpikir Anda pun terpengaruh juga menjadi pola pikir yang cenderung negatif.

Hati-hati juga dengan siapa Anda bergaul. Saya bersyukur sekali ketika masih aktif di MLM dulu bersama Adi Wardana (teman satu perdjoeangan) rekan-rekan pergaulan kami adalah orang-orang luar biasa. Rata-rata dari mereka adalah orang yang memiliki posisi di perusahaannya masing-masing (Manager dan Branch Manager). Akhirnya pola pikir mereka tentang bagaimana cara memandang masa depan dan bagaimana proses menuju sukses menular kepada saya dan Adi.

Tentunya ini membuat kami sedikit lebih “dewasa” dan “bijak” dalam merencanakan masa depan bila dibandingkan rekan-rekan mahasiswa yang lingkungan pergaulannya hanya sesama mahasiswa. Jika mereka hanya berpikir kuliah untuk lulus cari kerja, maka saya pribadi sudah berpikir bagaimana caranya sebelum usia 40 tahun sudah passive income sejak duduk di bangku kuliah.

Akhirnya banyak yang melihat Saya dan Adi “gimana gitu”. Padahal saya merasanya biasa saja. Tanpa saya sadari ternyata tindakan saya (action) benar-benar dipengaruhi oleh mindset saya yang sudah terbentuk akibat pergaulan yang positif tadi. Biasanya kita sendiri tidak merasa ada yang berbeda dan berubah, namun orang lain melihatnya sangat berbeda.

Hati-hati dengan siapa Anda bergaul. Bukan berarti kita lantas membatasi diri dan memilih teman. Kalau hanya sekedar berteman dengan siapa saja saya oke, namun untuk pertemanan yang berkualitas, Anda bisa memilih mereka-mereka yang memiliki sisi positif untuk dipelajari. Seperti kata pepatah, bergaul dengan tukang jual terasi maka kita ikut bau terasi. Bergaul dengan tukang minyak maka kita ikut harum.

#3. PENGALAMAN MASA LALU

Coba bayangkan, apa yang terjadi bila Anda menyetir mobil lebih banyak melihat spion dari pada melihat ke depan? Nabrak bukan…

Itulah gambaran ketika kita terlalu memikirkan masa lalu. Apalagi kalau masa lalunya cukup kelam. Itu bisa membingkai pola pikir kita dengan trauma.

Mengutip kata-kata Mario Teguh, “Masa lalu tidak akan berpengaruh pada masa depan Anda. Yang memiliki pengaruh atas masa depan Anda adalah masa sekarang. Apa yang Anda lakukan saat ini, akan mempengaruhi bagaimana kehidupa Anda di masa mendatang .”

Sering kali kenangan masa lalu yang kelam menghambat laju pertumbuhan kita dalam merangkai masa depan yang penuh dengan kesuksesan. Anda tentu masih ingat kisah gajah di artikel sebelumnya mengenai mindset ini. Bagaimana pengalaman yang pahit akhirnya membuat sang gajah tidak berani berbuat lebih untuk memperjuangkan kebebasannya.

Dalih yang paling sering keluar adalah… TRAUMA. Padahal trauma itu rugi kalau dipelihara. Dan ngomong-ngomong kalau seisi bumi ini dipenuhi manusia-manusia yang trauma-an, mungkin generasi berikutnya ngga ada manusia yang bisa berjalan. Kok bisa? Lha iya, anak kecil semuanya trauma ketika jatuh pada saat belajar jalan. Akhirnya, ngga ada lagi yang mau mencoba belajar jalan karena katanya, “Jatuh itu sakit, aku trauma belajar jalan.”

Jadi apapun masa lalu Anda, yang terpenting adalah apa yang Anda lakukan saat ini.

Apa dan bagaimana Anda beberapa tahun mendatang akan sangat bergantung dari apa dan bagaimana tindakan Anda saat ini.

Saya kira ini dulu lah. Kalau rekan-rekan ada yang punya pengalaman atau mau menambahkan silahkan. Yang pasti tetap perdjoeangkan cita-cita sukses Anda dengan mindset yang tepat dan keyakinan yang mendalam.

 

Salam Sukses,

Sugeng Priyadi, ST

Thu, 13 Aug 2009 @15:48


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Copyright © 2018 oleh bisnisqolbu.com · All Rights Reserved
Powered By sitekno